Setelah Keran AdSense Ditutup, Bagaimana Nasib Ratusan ODGJ Binaan dan "Amplop Senyum" Ipda Purnomo?

Setelah Keran AdSense Ditutup, Bagaimana Nasib Ratusan ODGJ Binaan dan "Amplop Senyum" Ipda Purnomo?

 Keputusan Ipda Purnomo menonaktifkan monetisasi YouTube menimbulkan pertanyaan besar di tengah publik: bagaimana keberlanjutan perawatan ratusan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan program sedekah yang selama ini didanai dari penghasilan platform tersebut? Pasalnya, seluruh aliran dana yang dihasilkan dari AdSense kanal "Purnomo Belajar Baik" tidak pernah dialokasikan untuk kepentingan pribadi, melainkan didedikasikan sepenuhnya untuk membiayai aksi kemanusiaan.

Penghasilan dari YouTube selama ini menjadi tulang punggung biaya perawatan, pengobatan, dan pemenuhan kebutuhan logistik harian ratusan ODGJ yang ditampung Purnomo secara mandiri di yayasannya. Seperti tercatat pada 2023, terdapat 137 ODGJ binaan, di mana 79 di antaranya mendapatkan layanan sepenuhnya gratis. Mereka setiap hari membutuhkan makanan, pakaian, obat-obatan, dan pendampingan—semuanya dibiayai dari kas kegiatan sosial yang salah satu sumber utamanya adalah pendapatan iklan YouTube.

Selain perawatan ODGJ, dana tersebut juga menggerakkan berbagai program amal lain, termasuk inisiatif "Amplop Senyum" yang rutin dibagikan Purnomo kepada kaum dhuafa dan anak yatim piatu, terutama setiap hari Jumat. Bantuan untuk anak yatim piatu, lansia terlantar, dan warga kurang mampu di wilayah Lamongan dan sekitarnya juga menjadi bagian dari pengeluaran rutin yang ditutup dari sumber dana yang sama.

"Saya tidak untuk memperkaya diri sendiri, namun insya Allah Allah menjaga niat baik saya sekeluarga bersama tim saya," tegas Purnomo. Dalam video viralnya, ia bahkan menyampaikan pesan kepada pihak yang memeriksa penghasilannya: "Kalau seandainya masih ada untung, tak suruh ngambil. Tapi kalau hasil dari media sosial kurang untuk kegiatan bersedekah saya, mudah-mudahan pihak itu yang mau nanya-nanya mau membantu dan mau nambahi uang untuk kegiatan sosial saya."

Meski sumber pendapatan utama akan hilang mulai 1 Oktober 2026, Purnomo menegaskan kegiatan kemanusiaannya tidak akan berhenti. "Masih banyak orang-orang baik yang akan terus berjalan melakukan hal-hal baik," demikian pesannya. Ia berkomitmen tetap menyebarkan pesan kebaikan melalui platform lain dengan format video pendek, dan kegiatan sosial bersama keluarga serta timnya tetap menjadi bagian dari pengabdiannya kepada masyarakat.

Meski begitu, tantangan keuangan ke depan nyata. Dengan tidak adanya lagi pemasukan rutin dari AdSense, keberlanjutan perawatan 137 ODGJ dan program Amplop Senyum akan sangat bergantung pada donasi, swadaya, dan dukungan masyarakat serta pihak lain yang peduli. Banyak pihak berharap pemerintah daerah dan institusi terkait dapat mengambil peran lebih besar, mengingat yayasan Purnomo selama ini telah menjadi mitra yang meringankan beban negara dalam menangani masalah kesehatan jiwa dan kemiskinan di Lamongan.